Kedokteran Dan Nuklir

Atau yang lebih sering disebut kedokteran nuklir

Merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan, untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran.

Radioisotop dapat dimasukkan ke tubuh pasien (studi in-vivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain darah, cairan lambung, urine, dan sebagainya, yang diambil dari tubuh pasien, yang lebih dikenal sebagai studi in-vitro (dalam gelas percobaan).

Pada studi in-vivo, setelah radioisotop dapat dimasukkan ke tubuh pasien melalui mulut, suntikan, atau dihirup lewat hidung, maka informasi yang dapat diperoleh dari pasien dapat berupa:

1. Citra atau gambar dari organ/bagian tubuh pasien yang diperoleh dengan bantuan peralatan kamera gamma ataupun kamera positron (teknik imaging).
2. Kurva-kurva kinetika radioisotop dalam organ/bagian tubuh tertentu dan angka-angka yang menggambarkan akumulasi radioisotop dalam organ/bagian tubuh tertentu disamping citra atau gambar yang diperoleh dengan kamera gamma ataupun kamera positron
3. Radioaktivitas yang terdapat dalam contoh bahan biologis )darah, urine, dll) yang diambil dari tubuh pasien, dicacah dengan instrumen yang dirangkaikan pada detektor radiasi (teknik non-imaging).

Data yang diperoleh baik dengan teknik imaging maupun teknik non-imaging memberikan informasi mengenai fungsi organ yang diperiksa. Pencitraan (imaging) pada kedokteran nuklir dalam beberapa hal berbeda dengan pencitraan dalam radiologi.

Untuk di Indonesia sendiri tekhnologi ini tidak asing lagi bagi para dokter di Indonesia. Salah satu contoh Rumah Sakit di Jakarta yang sudah menerapkan tekhnologi tersebut adalah RSPP atau Rumah Sakit Pusat Pertamina yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penerapan yang di lakukan oleh rumah sakit tersebut dalam kedokteran nuklir adalah sebagai berikut:

  • Sidik Perfusi Jantung (SPM)
  • Perfusi dan Ventilasi Paru
  • Lokasi Perdarahan Intestinal
  • Sidik Seluruh Tubuh *TC-MIBI/ 1-131
  • Renogram (Nepnogram)
  • GFR (Glomerular Filtration Rate)
  • Scintimamography MIBI
  • Parathyroscintigraphy
  • Thyroidscintigraphy
  • Lymphoscintigraphy
  • Venografi Nuklida

Selain Rumah Sakit Pusat Pertamina tersebut masih banyak rumah sakit – rumah sakit di jakarta yang sudah menerapkan kedokteran nuklir dalam pelayanannya. Untuk lokasi Rumah Sakit terdekat dari tempat tinggal anda, dapat anda cari di Steer Directory Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s